Tak banyak aktivitas yang saya lewati di malam pergantian tahun baru ini. Saya hanya di rumah saja, di dalam kamar. Ditemani tayangan TV, secangkir teh manis panas, setumpuk berkas kasus dan setumpuk buku yang sedang saya pelajari.
Saya nikmati detik-detik pergantian tahun itu dengan menundukkan kepala, dan berdoa kepada Tuhan, semoga di tahun 2009, ada banyak kejutan dan kepastian hidup yang lebih baik akan saya dapati.
Tak lama, HP saya berdering berkali-kali. Sekitar 12 pesan singkat masuk. Isinya warna-warni, temanya sama, ucapan selamat tahun baru. Di antaranya, masuk sms dari:
- Si ompong, seorang kawan lama sesama demonstran dulu: “Met tahun baru, Ayo kita bikin revolusi, satukan lagi forkot tahun depan…!”. Hehe.. sms ajakanyanya kayanya mustahil degh…
- Rom, seorang kawan mantan ketua PMII Cab. Bogor: “Yesterday is History, today is a reality, tomorrow is a mistery… Happy new year 2009”
- AD, junior di kampus: “Met tahun baru ya kak. Smoga di tahun 2009, kita bisa bertindak lebih baik, n meraih mimpi2 di dalam hidup kita. Amin”.
- NW, seorang klien baru saya: “Happy new year 2009 mas.”
- Ferry : “Salam satu jiwa, segenap keluarga besar super depok mengucapkan selamat Tahun Baru 2009, semoga Persikad tetap berjaya. Bagi persikad jiwa raga kami.”
- Ponky, junior di kampus: “Moga kebahagiaan dan kesuksesan selalu menyertai.”
- Martin, kawan di kupang – NTT: “Moga masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk bisa berbuat lebih terhadap kaum tertindas.”
- RD, kawan sekelas kuliah: “Moga lebih baik dari hari esok”.
- Agung, junior di kampus: “Moga keberkahan selalu menyertai kita”.
- Fr. S, kawan di Timika Papua: “Mohon maaf bila ada salah di tahun lalu.”
- RT, rekan kerja di PBHI: “Moga tahun depan, kiranya banyak diberi rahmat”.
- KM, klien saya, seorang motivator kondang: “walau dunia krisis, sambutlah dengan penuh jiwa optimis. Karena selama nyawa masih bernafas, menyerah itu haram.”
Semua sms tersebut, belum saya balas sampe pagi ini karena pulsa saya sudah menipis. Saya lupa isi pulsa tadi malam. Kecuali hanya ada tiga nomor saja yg sms kirimkan ucapan:
- To ER: “met tahun baru hun.. moga 2009 jadi tahun utk kesuksesan dan kegemilangan utk hidupmu.” Paginya ER membalas: “Amin.. semoga hal sama terjadi pada hun.. Love you indeed hun…”
- Sms balasan to AD: “Amin.. Met tahun baru juga…”
- To Ir: “Yang lalu adalah cerita yang telah terukir. Yang esok adalah tantangan mengukir cerita yang lebih baik. Selamat tahun baru 2009M.”
Dan setelah lewat jam 01.15 a.m., mata saya pun terpejam. Sampai kemudian, tiba terdengar suara perempuan tua yang sudah tak asing lagi, “fan, bangun… dah jam 7 tuh. Gak shalat shubuh ya…!,” my mom said.
Yah, begitulah malam pergantian tahun baru saya lewati. Begitu sederhana. Begitu sunyi. Dan begitu reflektif.
Betul juga apa kata seorang teman, saat saya tanya, mau kemana dan ada dimana tahun baruan nanti. Dia jawab, gak penting kemana dan dimana, yang lebih penting adalah bersama siapa kita di saat malam tahun baruan nanti.
Hmm… ya semoga saat di malam pergantian tahun baru 2010 nanti, saya sudah bisa berada di samping seseorang yang kelak menjadi teman hidup sepanjang zaman. Amin
Ditulis dalam Uncategorized
Komentar Terakhir