Sehari Menjadi Kameramen Dadakan

•Januari 3, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Saya bukan ahlinya untuk urusan mengambil gambar melalui mata kamera handycamp. Tetapi kemarin, 2 Jan 09, terpaksa harus menjadi kameramen dadakan. Seorang sohib dekat, meminta saya mengabadikan moment-moment pernikahannya dengan gadis idamannya di sebuah kecamatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Dengan modal kemampuan seadanya, saya penuhi permintaannya. Jadilah saya, seorang pengacara merangkap sebagai seorang kameramen. Hehe..  Alasan, he is my the best friend, adalah pertimbangan utama saya mau menuruti permintaannya.

So, saya ikuti setahap demi setahap prosesi pernikahannya dilaksanakan. Mata kamera handycamp saya tak pernah terlewat untuk merekam moment-moment penting. Terutama saat si sohib ini mengucapkan kalimat ijab kabulnya.

“Saya terima nikahnya fulanah binti fulan, dengan maskawin 2 gram emas, dibayar tunai,” ucap si sohib. Eyalah, gak salah lagi saya melatihnya. Hehe..

Diakhir prosesi, kemudian sohib saya mendapatkan pelukan-pelukan hangat dari seluruh keluarganya. Ada tangis haru sayup-sayup terdengar. Dan sayapun turut terharu. Mata saya tiba-tiba menjadi basah.

Rasanya memang tak salah saya menjadi kameramen dadakan. Saya bisa menikmati suasana hikmat proses pernikahan berlangsung. Ada manfaatnya. Ada spirit dan energi untuk mengikuti jejak si sohib ini dalam jangka waktu yang tak lama lagi. :)

Belajar Mengingat Di Awal Tahun

•Januari 1, 2009 • 1 Komentar

Setiap menyambut malam pergantian tahun baru, di benak saya selalu muncul pertanyaan, ada dimana dan sedang apa saya pada malam pergantian tahun baru yang lalu. Ya pertanyaan itu penting saya ajukan. Dengan menjawab pertanyaan itu, saya bisa menghadirkan suatu suasana reflektif serta olah rohani yang baik untuk menatap dan berdoa menghadapi dan menjalani lintasan waktu di tahun baru yang akan datang.

Setelah saya ingat-ingat, praktis ingatan saya hanya bisa mengingat di malam tahun baru 2005 sampai dengan kini saja. Sebelum 2005 saya sama sekali tak bisa mengingatnya dengan baik.

Di malam tahun baru 2005, saya ingat betul, saya menghabiskan malam seorang diri berjalan di tengah keramaian manusia pada sudut-sudut kota Medan. Waktu itu ada di Medan dalam rangka menyiapkan perlengkapan untuk pergi ke Aceh yang saat itu sedang terkena Tsunami.

Di malam tahun 2006, dengan mengajak seorang teman, saya menghabiskan waktu bersama dengan korban gusuran Kasus Siliwangi yang sedang menginap dan mengungsi di komplek Komnas HAM. Malam itu, ada perayaan sederhana menyambut tahun baruan. Ada live music dengan keyboard. Beberapa lagu saya nyanyikan. :)

Di malam tahun baru 2007, saya menikmati detik-detik pergantian tahun di pinggir jalan Margonda Depok. Tanpa teman, tanpa perayaan. :(

Di malam tahun baru 2008, saya nikmati detik pergantian tahun di kota Makassar, bersama dengan seorang teman perempuan berikut dengan serombongan anggota keluarganya. Saya berharap ada kesan kuat saat menikmati detik-detik pergantian tahun. Nyatanya tidak. Nyaris tanpa rasa. Tanpa empati. Tanpa emosi. Meski ada secercah harapan. >:D<

Yah.. rasanya memang perlu untuk mengingat apa yang pernah kita lewati di masa lalu. Penting untuk mengetahui sampai sejauh mana fase-fase hidup yang telah kita lalui. Apakah ada kemajuan, atau kemunduran.

Menyambut Tahun Baru 2009: Bukan kemana dan dimana

•Januari 1, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tak banyak aktivitas yang saya lewati di malam pergantian tahun baru ini. Saya hanya di rumah saja, di dalam kamar. Ditemani tayangan TV, secangkir teh manis panas, setumpuk berkas kasus dan setumpuk buku yang sedang saya pelajari.

Saya nikmati detik-detik pergantian tahun itu dengan menundukkan kepala, dan berdoa kepada Tuhan, semoga di tahun 2009, ada banyak kejutan dan kepastian hidup yang lebih baik akan saya dapati.

Tak lama, HP saya berdering berkali-kali. Sekitar 12 pesan singkat masuk. Isinya warna-warni, temanya sama, ucapan selamat tahun baru. Di antaranya, masuk sms dari:

  1.  Si ompong, seorang kawan lama sesama demonstran dulu: “Met tahun baru, Ayo kita bikin revolusi, satukan lagi forkot tahun depan…!”. Hehe.. sms ajakanyanya kayanya mustahil degh…
  2. Rom, seorang kawan mantan ketua PMII Cab. Bogor: “Yesterday is History, today is a reality, tomorrow is a mistery… Happy new year 2009”
  3. AD, junior di kampus: “Met tahun baru ya kak. Smoga di tahun 2009, kita bisa bertindak lebih baik, n meraih mimpi2 di dalam hidup kita. Amin”.
  4. NW, seorang klien baru saya: “Happy new year 2009 mas.”
  5. Ferry : “Salam satu jiwa, segenap keluarga besar super depok mengucapkan selamat Tahun Baru 2009, semoga Persikad tetap berjaya. Bagi persikad jiwa raga kami.”
  6. Ponky, junior di kampus: “Moga kebahagiaan dan kesuksesan selalu menyertai.”
  7. Martin, kawan di kupang – NTT: “Moga masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk bisa berbuat lebih terhadap kaum tertindas.”
  8. RD, kawan sekelas kuliah: “Moga lebih baik dari hari esok”.
  9. Agung, junior di kampus: “Moga keberkahan selalu menyertai kita”.
  10. Fr. S, kawan di Timika Papua: “Mohon maaf bila ada salah di tahun lalu.”
  11. RT, rekan kerja di PBHI: “Moga tahun depan, kiranya banyak diberi rahmat”.
  12. KM, klien saya, seorang motivator kondang: “walau dunia krisis, sambutlah dengan penuh jiwa optimis. Karena selama nyawa masih bernafas, menyerah itu haram.”

Semua sms tersebut, belum saya balas sampe pagi ini karena pulsa saya sudah menipis. Saya lupa isi pulsa tadi malam. Kecuali hanya ada tiga nomor saja yg sms kirimkan ucapan:

  1. To ER: “met tahun baru hun.. moga 2009 jadi tahun utk kesuksesan dan kegemilangan utk hidupmu.” Paginya ER membalas: “Amin.. semoga hal sama terjadi pada hun.. Love you indeed hun…”
  2. Sms balasan to AD: “Amin.. Met tahun baru juga…”
  3.  To Ir: “Yang lalu adalah cerita yang telah terukir. Yang esok adalah tantangan mengukir cerita yang lebih baik. Selamat tahun baru 2009M.”

Dan setelah lewat jam 01.15 a.m., mata saya pun terpejam. Sampai kemudian, tiba terdengar suara perempuan tua yang sudah tak asing lagi, “fan, bangun… dah jam 7 tuh. Gak shalat shubuh ya…!,” my mom said. :-)

Yah, begitulah malam pergantian tahun baru saya lewati. Begitu sederhana. Begitu sunyi. Dan begitu reflektif. :-)

Betul juga apa kata seorang teman, saat saya tanya, mau kemana dan ada dimana tahun baruan nanti. Dia jawab, gak penting kemana dan dimana, yang lebih penting adalah bersama siapa kita di saat malam tahun baruan nanti.

Hmm… ya semoga saat di malam pergantian tahun baru 2010 nanti, saya sudah bisa berada di samping seseorang yang kelak menjadi teman hidup sepanjang zaman. Amin :-)

Jam Terbang Menang

•Desember 31, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Selasa, 23 Desember 2008 lalu, jam 11.07, tiba-tiba masuk sebuah pesan pendek ke HP saya. “Fan, gugatanku NO, Rekonpensi tidak diterima. Jd BANCI.”

Pesan pendek atau sms itu dikirim oleh rekan sejawat, seorang Advokat yang menjadi lawan saya dalam perkara perdata di PN Jakarta Timur. Seketika membaca sms-nya hati saya gembira sekali, kalau ternyata akhirnya saya dapat memenangkan perkara ini. Soalnya ini adalah perkara pertama yang saya tangani seorang diri tanpa melibatkan orang lain.

Selang dua hari menerima sms tersebut, saya datangi pengadilan, dan mengkroscek info sms itu ke Panitera. Dan nyatanya memang benar. Gugatan lawan saya ditolak oleh Hakim. Menurut pertimbangan hakim, gugatan pencemaran nama baik terhadap Klien saya, harus terlebih dahulu diselesaikan proses pidananya, mengingat bahwa Penggugat sebelumnya telah melaporkan para Tergugat (klien saya) ke Polisi.

Ehm.. saya tersenyum, ternyata hakim sepenuhnya menggunakan alasan keberatan di dalam jawaban gugatan yang saya buat untuk dijadikan dasar pertimbangan putusannya. Hehe… syukurlah.

Dari penanganan perkara ini saya benar-benar belajar banyak hal. Baik dari sisi teori-teori tentang upaya hukum atas perbuatan pencemaran nama baik, maupun dari sisi ilmu praktik hukum acara di dalam perkara perdata.

Seminggu kemudian, atau hari kemarin, tiba-tiba pengacara lawan menelepon saya. Ia meminta klarifikasi dari saya, mengenai apa yang sudah saya lakukan, sehingga pengacara lawan saya dikomplain oleh kliennya, karena kliennya menuduh pengacaranya ada main mata dengan saya.

Eyalah, dasar orang kalah mau cari kambing hitam aja… hehe… Sorry nggak level lah yaw main-main kaya gituan… hehe..

Selamat Datang

•September 11, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ini adalah bukan blog yang pertama saya buat dan saya kelola sendiri. Sebelumnya, secara silent saya telah memiliki blog pada web blogger.com. Namun pada blog ini, saya ingin menampilkannya tidak lagi secara silent, melainkan secara resmi sebagai blog pribadi saya.

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Selamat menulis…!

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.